Pratikno Menikahkan Putrinya

  • By Teddy

Presiden Joko Widodo turut menghadiri resepsi pernikahan tersebut dengan didampingi ibu negara Iriana. Jokowi hadir tepat pukul 10.28 WIB bersama Iriana. Jokowi langsung masuk dan memberikan selamat pada kedua mempelai di pelaminan. Sempat berfoto, Jokowi bersama ibu negara langsung menuju kursi VVIP untuk bersantap dengan undangan lainnya.

Beberapa nama tampak hadir lebih awal seperti Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menkes Nila F Moeloek, Menteri PU PERA Basuki Hadimoeljono, Menhub Budi Karya, Menaker Hanif Dhakiri, Mentan Amran Sulaiman, Mendes Eko Putro Sandjojo, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Menag Lukman Hakim Syaifuddin.

Para menteri tersebut langsung memberikan salam pada kedua mempelai yang memang telah bersiap di pelaminan. Tak hanya para menteri saja, beberapa tokoh juga tampak hadir seperti Buya Syafii Maarif, Hidayat Nur Wahid, Akbar Tanjung hingga budayawan Butet Kartarajasa. Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga hadir bersama istri yang kali ini tampil tanpa mengenakan seragam kebesaran militer, begitu pula Kapolri Jendral Tito Karnavian yang tetap gagah dengan baju motif tenun warna ungu.

Seperti yang pernah diberitakan kompas.com, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan mantan Wapres Boediono menjadi saksi pernikahan. JK hadir bersama istri Mufidah Jusuf Kalla di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB. Tak berselang lama, akad nikah dimulai dengan persiapan dari KUA Banguntapan.

Kemudian dilanjutkan khotbah pernikahan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Dalam khotbahnya, Haedar mengatakan, pernikahan bukan sekedar ikatan laki-laki dan perempuan tetapi ikatan kokoh. Untuk membangun keluarga, prinsip yang harus dipegang di antaranya pondasi nilai ilahi pada agama.

Pernikahan akan tetap menjadi ikatan kokoh, jika keduanya prinsip bertakwa kepada Tuhan, menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan- Nya diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari. Ia pun mendoakan kedua pasangan menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah. Hidup sakinah bukan berarti tanpa masalah, karena akan selalu ada kehidupan berwarna.

Keluarga yang sakinah ketika menghadapi masalah bisa diselesaikan dengan kasih sayang. Seusai khotbah pernikahan kemudian dilakukan doa oleh Mahfud MD. Selanjutnya dilakukan ijab kabul yang dilakukan mempelai pria dan ayah sang putri, Pratikno, dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan uang tunai Rp 291.217.

Putra Padangan bernama lengkap Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. adalah anak desa yang lahir pada 13 Februari 1962 di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sejak lulus sekolah dasar, ia melanjutkan ke SMP yang jaraknya puluhan kilometer dari rumah sehingga terpaksa indekos. Ia melanjutkan SMA di Kota Bojonegoro dan lulus tahun 1980.

Setelah itu, Pratikno melanjutkan kuliah di Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM. Pratikno melanjutkan pendidikan master dan doktornya di luar negeri. Ketika kembali ke desanya pada medio 1990-an, ia membentuk sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama Ademos Indonesia. Lembaga ini merupakan wadah untuk masyarakat bersama-sama mengembangkan diri, mengadvokasi, serta membentuk kelompok
peternak dan mengembangkan teknologi peternakan.

Kampung halaman Pratikno dikelilingi hutan jati dan perkebunan tembakau. Jaraknya sekitar 40 kilometer dari Kota Bojonegoro dan baru dialiri listrik pada awal 1990-an. Ia menjadi Menteri Sekretaris Negara yang menjabat sejak 27 Oktober 2014.
Sebelumnya ia merupakan rektor Universitas Gadjah Mada yang ke 14. Ia juga pernah menjabat sebagai dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM. Pada tahun 2009 silam, ia mendapat kepercayaan KPU untuk menjadi salah satu pemandu Debat Calon Presiden 2009.